Thaharatul Qulub Warnai ToT Baitul Arqam PWA Kalteng

SHARE

Loksado (20–21 September 2025)– Rangkaian kegiatan Training of Trainer (ToT) Baitul Arqam Majelis Pembinaan Kader (MPK) PWA Kalimantan Tengah yang berlangsung di Mountain Meratus Resort, Loksado, semakin bermakna dengan digelarnya agenda Thaharatul Qulub pada dini hari.

Sejak pukul 03.30 WITA, para peserta sudah berkumpul untuk melaksanakan sholat sunah masing-masing dan berdzikir. Tepat pukul 04.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan sholat tahajud dan witir berjamaah yang dipimpin oleh imam dari PDA Kotawaringin Timur.

Usai tahajud, para peserta mengikuti Thaharatul Qulub yang dikemas dalam bentuk diskusi kelompok sesuai tema yang telah ditentukan, yakni: Aqidah Tauhid, Gerakan Perempuan, Pembinaan Umat, Pembersihan Diri, Spiritualitas, dan Pribadi Paripurna. Hasil diskusi tiap kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh jamaah. Salah satu perwakilan yang menyampaikan hasil diskusi adalah Ibu Susana, M.Pd dari PDA Kotawaringin Barat.

Kegiatan ini semakin kaya makna setelah fasilitator, Ustadzah Lilik Kholisatin, M.Pd.I, memberikan penguatan dan simpulan. Lilik menegaskan bahwa pembahasan Thaharatul Qulub harus mengakar pada implementasi ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan berorganisasi.

“Ibadah mahdhah harus sesuai tarjih, sementara ibadah ghairu mahdhah berlandaskan prinsip bermanfaat dan diperbolehkan. Kepemimpinan dalam organisasi adalah implementasi dari Surat An-Nahl ayat 97. Sementara Surat Ali Imran ayat 104 menjadi dasar berdirinya Muhammadiyah. Yang terpenting, mari kita istiqamah dalam beramal sholeh, meski sedikit, dengan wujud nyata berupa pengajian, amal usaha Aisyiyah, dan kegiatan dakwah lainnya,” jelas Lilik yang sekaligus bertugas sebagai imam sholat subuh berjamaah.

Setelah sholat subuh, acara dilanjutkan dengan "Cermin" (Ceramah Lima Menit) yang disampaikan oleh perwakilan PDA Kota Palangka Raya, menambah kesan spiritual yang mendalam pada pagi itu.

Ketua MPK PWA Kalteng, Ibu Dwi Purbayanti, M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para peserta. “Saya merasa bangga melihat antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan tahajud, Thaharatul Qulub, sholat subuh, hingga kajian pagi. Penguatan hubungan vertikal dengan Allah insyaallah akan menjadi modal dasar yang sangat penting dalam pengembangan dan penguatan kader Aisyiyah di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Dengan penuh kekhusyukan, kegiatan Thaharatul Qulub ini bukan hanya menghidupkan malam dengan ibadah, tetapi juga meneguhkan semangat kaderisasi yang berlandaskan spiritualitas Islam dan cita-cita Muhammadiyah–‘Aisyiyah.(ms)