Sosialisasi Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan

SHARE

Palangka Raya – 1 Oktober 2025. Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Tengah, Dr. Puspita, M.Si, terpilih sebagai salah satu tim formatur pada kegiatan Sosialisasi Lembaga Penyedia Layanan Pemberdayaan Perempuan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah.

Acara yang berlangsung di Aula Bawi Bahalap, Dinas P3APPKB Kalteng, ini diikuti oleh peserta utusan dari 13 organisasi perempuan, salah satunya PWA Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah awal pembentukan lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan yang akan menghimpun dan bersinergi dengan organisasi-organisasi perempuan di Kalteng.

Kepala Dinas P3APPKB, dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan materi sosialisasi sekaligus membuka kegiatan. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam memperkuat peran perempuan di masyarakat. Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan seminar yang mengangkat dua topik penting, yaitu “Urgensi dan Arah Pemberdayaan Perempuan di Tingkat Komunitas” serta “Strategi Penguatan Peran Lembaga Non Pemerintah dalam Pemberdayaan Perempuan”.

Sebagai tindak lanjut, diskusi bersama peserta menghasilkan keputusan pembentukan tim formatur yang terdiri dari lima orang utusan, yakni dari DAD, Puspa, Peradi, Wanita Katolik, dan PW Aisyiyah. Tim ini akan bertugas menyusun struktur kepengurusan. lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan ke depan.

Dr. Puspita, M.Si, yang dipercaya menjadi salah satu tim formatur, menyampaikan harapannya agar lembaga ini benar-benar mampu menjadi wadah koordinasi dan sinergi antarorganisasi perempuan di Kalimantan Tengah.

“Dengan adanya lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan di bawah Dinas P3APPKB, diharapkan dapat menghimpun dan memperkuat program-program pemberdayaan yang sudah berjalan di organisasi-organisasi perempuan, sehingga manfaatnya lebih luas dan nyata bagi masyarakat,” ujar Puspita.

Melalui kegiatan ini, langkah awal menuju terbentuknya lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan di Kalimantan Tengah telah resmi dimulai, dengan optimisme untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.(ms)