Majelis Kader PWA Kalteng Gelar ToT Baitul Arqam Pasca Musypimwil I di Loksado
Loksado – Usai pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) I Aisyiyah Kalimantan Tengah pada 19–21 September 2025, Majelis Pembinaan Kader (MPK) PWA Kalteng melanjutkan kegiatan dengan mengadakan Training of Trainer (ToT) Baitul Arqam bertempat di Mountain Meratus Resort, Loksado.
Kegiatan ini menghadirkan empat fasilitator berpengalaman yang sudah mengikuti ToT tingkat nasional, yakni:
1. Dr. Muslimah
2. Lilik Kholisatin, M.Pd.I
3. Dwi Purbayanti, M.Si
4. Anisa Meutia
Keempat fasilitator tersebut memberikan materi strategis dalam memperkuat sistem perkaderan Aisyiyah di Kalimantan Tengah.
Dalam kegiatan ToT ini, para fasilitator menyampaikan materi yang mencakup:
- Sistem Perkaderan Aisyiyah
- Konsep Baitul Arqam dan Perkaderan Cabang-Ranting
- Merancang Outbond
- Need Assessment
- Manajemen Pelatihan: strategi, metode, asesmen, dan evaluasi pelatihan
- Pengembangan Thaharatul Qulub dan Keimanan Training
Selain itu, para fasilitator juga memberikan penjelasan sekaligus arahan praktik berupa “Desain Baitul Arqam dan Microteaching”. Praktik ini menjadi tugas wajib bagi peserta dari masing-masing PDA setelah kegiatan tatap muka ToT BA selesai dilakukan.
Ketua Panitia, Dwi Purbayanti, M.Si, menyampaikan harapannya agar kegiatan ToT Baitul Arqam dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.
“Kami berharap kegiatan ini menghasilkan tindak lanjut nyata berupa penyelenggaraan Baitul Arqam di PDA masing-masing. Dengan demikian, kaderisasi Aisyiyah di Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih sistematis, terarah, dan menyentuh seluruh jenjang organisasi,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa ToT BA ini merupakan kelanjutan bagi peserta yang sebelumnya telah mengikuti Baitul Arqam pada 13–14 September 2025. Dengan adanya pelatihan lanjutan ini, diharapkan lahir kader-kader pelatih yang mampu menyebarluaskan nilai, konsep, dan praktik perkaderan secara berkesinambungan di wilayah Kalimantan Tengah.
Salah satu fasilitator, Dr. Muslimah, menekankan pentingnya ToT ini sebagai investasi jangka panjang organisasi.
“Kader Aisyiyah harus memiliki kapasitas kepemimpinan dan spiritualitas yang seimbang. Melalui ToT Baitul Arqam ini, kita tidak hanya belajar konsep, tetapi juga praktik nyata agar setiap kader mampu menjadi penggerak dan pembina di wilayah masing-masing,” tutur beliau.
Kegiatan ToT Baitul Arqam ini menjadi bagian penting dari strategi PWA Kalteng dalam memperkuat perkaderan di tubuh Aisyiyah. Melalui pembekalan yang komprehensif, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep perkaderan secara teori, tetapi juga terampil dalam praktik dan mampu menjadi fasilitator di tingkat daerah, cabang, maupun ranting.
Dengan terselenggaranya ToT Baitul Arqam ini, PWA Kalteng meneguhkan komitmennya untuk melahirkan kader-kader perempuan Islam berkemajuan yang siap mengabdi, berdakwah, dan berjuang demi terwujudnya masyarakat yang berkeadilan serta Kalimantan Tengah yang makin berkah.(nh)